Sabtu, 08 September 2012

Aku, Malam, dan Rokok



Tidur cepat tidak menjamin bangun cepat.

tidur cepat, bisa jadi bangunnya lama.

tidur lama tidak menjamin bangun lama.

tidur lama, bisa jadi bangunnya cepat.




mimpi yg kembali terwujudkan dengan rokok di sela-sela jari ini.

midnight yg dingin, di hangatkan oleh sebatang rokok yg larut dlm hisapan terakhir.

entah kenapa? beban pikiran sirna sudah di kala hisapan terakhir menghapus semua.

ku tatap rokok ini, dan ku berkata "hanya kaulah yg membuat hidup ini tenang".

tangan ini bergetar, mngetahui tinggal menyisahkan puntung *hati yg gelisah*.

sejenak ku renungkan, "apakah ini sebagai malam perpisahan bagi kita???" #rokok.

rasa gembira kembali, ketika Rokok ada di sela jari, yg sebelumnya kau membuat ku jengkel akan rayuan mu.

sayangnya, secangkir kopi tak menemani Rokok ini di malam yg dingin.

entah kenapa, asap yg keluar dri mulutku berbntuk "kacamata" , yg mngingatkan ku kepada dirimu.




Menemani Malam,Menunggu Pagi.

Bersama Malam Menyambut Pagi.

Hanya ada kesepian yg menemani malam ini.

Malam yg biasa, dingin dan kesepian.

meninggalkan malam sendirian, maaf! ku tinggalkan kau sendiri menunggu pagi sendirian kedinginan.

tempat tidur menggodaku untuk tidur.

*wassalam*

1 komentar:

Unknown mengatakan...

wow panjangnya puisinya hhehe. tp rokok gk baik loh. xixixi komennya yaw

Posting Komentar